Jujur saja, dunia fandom Stray Kids alias STAY sekarang lagi nggak baik-baik saja. Pendaftaran Official Membership Generasi ke-6 yang tadinya diharap bakal jadi momen seru, malah berubah jadi salah satu babak paling kontroversial sepanjang sejarah grup ini.
Masalahnya? Ternyata jauh lebih pelik dari sekadar angka di label harga. Ini soal kritik tajam dari member sendiri sampai strategi manajemen yang dituding sengaja mengadu domba perasaan penggemar setianya.
Melihat apa yang terjadi di media sosial belakangan ini, kerasa banget ada luka yang cukup dalam di hati para fans. Loyalitas bertahun-tahun seolah-olah cuma dihargai sebagai angka di laporan keuangan tahunan perusahaan. Sedih, kan?
Amarah di Aplikasi FANS
Gelombang protes ini puncaknya tumpah di aplikasi resmi FANS. Ada satu STAY yang saking sudah nggak tahan lagi, dia nulis surat terbuka yang pedasnya minta ampun. Dia menuding pihak agensi benar-benar sudah out of touch alias nggak peka sama sekali sama kondisi dompet fansnya.
“Tolong dengarkan opini kami… apakah kalian mengabaikan kami karena menganggap kami bukan fans? Apakah kalian menyuruh fans tanpa uang untuk pergi?” tulisnya.
Kalimat ini tuh langsung menusuk hati banyak orang karena menyuarakan ketakutan kolektif bahwa dunia K-Pop pelan-pelan cuma milik mereka yang tajir saja. STAY merasa cuma dianggap sasaran komersialisasi yang haus profit tanpa ada rasa hormat sama sekali.
Seungmin dan Hyunjin
Nah, di tengah kekacauan itu, ada momen langka yang bikin semua orang kaget. Member Stray Kids sendiri nggak tinggal diam! Seungmin secara mengejutkan memberikan Like pada postingan kritik tajam itu.
Buat seorang idol aktif, ini tindakan yang berani banget karena bisa dibilang “melawan” manajemen sendiri. Bahkan Seungmin nulis komentar yang langsung jadi headline di mana-mana: “Don’t open your wallet!!! Just listen to the music!!!” (Jangan buka dompetmu!!! Dengerin musiknya saja!!!).
Komentar ini tuh simbol banget kalau buat para member, dukungan emosional dari fans jauh lebih berharga daripada duit di rekening. Hyunjin juga dikabarkan memberikan respons serupa yang intinya mereka tahu kalau fans lagi stres gara-gara harga membership yang nggak masuk akal itu.
Harga Turun, Tapi Stay Plushie “Ditumbalin”
Melihat tekanan yang sudah kayak bola salju, agensi akhirnya memang menurunkan harga paket membership kit. Tapi eh tapi, solusinya malah bikin fans makin kecewa. Kenapa? Karena demi menekan harga, agensi secara sepihak membatalkan rilis Stay Plushie.
Padahal itu barang yang paling ditunggu-tunggu STAY tahun ini! Fans ngerasa agensi nggak benar-benar dengerin aspirasi, tapi malah ngasih “hukuman”.
Seolah-olah agensi bilang, “Oke harga turun, tapi barang paling ikonik kami hapus ya.” Taktik ini dianggap licik banget karena agensi pakai alasan “permintaan harga murah” buat membuang barang yang paling diinginkan penggemar.
Perpecahan Internal
Langkah cerdik agensi ini terbukti sukses bikin STAY pecah kongsi. Muncul dua kubu yang sekarang malah berantem sendiri di medsos:
- Kubu Anti-Agensi: Mereka tetap sadar kalau agensi lagi main taktik kotor “buang barang” buat nekan harga, padahal yang diminta fans adalah harga wajar dengan kualitas yang oke.
- Kubu Penyalah Sesama Fans: Nah, sebagian STAY malah nyalahin sesama teman fandom yang vokal protes harga. Mereka anggap protes itulah yang bikin Stay Plushie gagal rilis. Benar-benar skenario adu domba yang sempurna dari agensi.
Polemik Gen 6 ini jadi bukti nyata adanya jurang pemisah antara keinginan artis (yang ingin fans fokus ke musik) dengan kebijakan agensi yang murni cuma mikirin untung.
Dengan hilangnya Stay Plushie dan pecahnya suara fandom, agensi dianggap gagal total dalam komunikasi dan malah bikin lingkungan jadi toksik banget buat STAY. Semoga ke depannya mereka lebih dengerin hati nurani, bukan cuma angka.
